Kapolda Jatim Warning Keras Anggota: Tangani Kasus Kokain 22 Kg Jangan Ceroboh, Banyak Sudah Jadi Korban

Surabaya, Infopol.news – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memberikan peringatan tegas kepada jajarannya agar tidak main-main dalam menangani kasus narkotika, khususnya terkait temuan 22,26 kilogram kokain di wilayah Sumenep. Ia menegaskan penanganan perkara harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan korban, termasuk dari internal kepolisian.

Kasus penemuan kokain tersebut sebelumnya ditemukan oleh wisatawan di kawasan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul barang haram tersebut.

Kapolda Jatim menyebut, proses pengungkapan kasus masih terus berjalan, termasuk penyisiran di sejumlah titik di wilayah kepulauan Sumenep.

“Ini harus saya minta kerja sama semua. Kalau melihat pada saat di lokasi ada yang mencurigakan, tolong bantu kami. Untuk bisa mengungkap ini. Anak-anak (anggota) saya sudah bekerja. Di TKP semua masih ada. Untuk menyisir di sepanjang wilayah Sumenep dengan kepulauannya,” ujar Nanang.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dalam setiap tahapan penanganan kasus narkotika. Menurutnya, bukan hanya masyarakat yang menjadi korban, tetapi juga aparat penegak hukum bisa terdampak jika tidak berhati-hati.

“Saya sampaikan kepada anggota. Hati-hati di dalam menangani narkoba. Sudah banyak dari anggota-anggota yang menjadi korban karena menangani narkoba. Saya tidak mau itu terjadi,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga telah melakukan pengamanan ketat terhadap barang bukti yang ditemukan. Selain itu, koordinasi dengan pihak pengadilan dilakukan untuk mempercepat proses pemusnahan barang bukti guna menghindari potensi penyalahgunaan.

Nanang juga meminta seluruh personel yang terlibat dalam penyidikan untuk tetap waspada dan tidak bertindak ceroboh. Ia mengingatkan bahwa tujuan penegakan hukum adalah memberantas peredaran narkoba, bukan justru menimbulkan risiko baru.

“Jadi itu yang saya ingatkan kepada semuanya. Mari sama-sama membantu mengungkap barang dan jaringannya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kapolda juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah melaporkan temuan tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam memberikan informasi apabila menemukan hal mencurigakan terkait peredaran narkotika.

“Kami tetap komitmen untuk mengungkap siapa pemilik barang ini. Jadi, enggak usah khawatir,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat jumlah barang bukti yang cukup besar dan diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika skala luas. Kepolisian pun memastikan akan mengusut tuntas hingga ke akar jaringan.

Post Comment