Kasus Narkotika “METRI” di Banyuwangi Jadi Sorotan, Pengawasan Internal Periksa Kinerja Penyidik
Banyuwangi, Infopol.news – Penanganan perkara narkotika yang dikenal dengan sebutan “METRI” di Banyuwangi menjadi perhatian publik setelah muncul isu pemeriksaan internal terhadap penyidik yang menangani kasus tersebut. Dugaan adanya kekurangan dalam pengolahan barang bukti memicu evaluasi dari fungsi pengawasan penyidikan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemeriksaan dilakukan oleh tim pengawasan penyidikan (Wasidik) guna memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai prosedur. Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan bahwa sebagian data penting dari perangkat komunikasi tersangka belum sepenuhnya diolah dalam berkas perkara.

Kepala Bagian Pengawasan Penyidikan (Kabag Wasidik), AKBP Cecep Susatyo, dikabarkan turut menaruh perhatian terhadap kasus ini. Ia disebut melakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam proses penyidikan.
Berdasarkan informasi yang beredar, pemeriksaan terhadap ponsel milik tersangka menemukan adanya data tambahan yang diduga belum tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Temuan tersebut dinilai berpotensi menjadi bahan pengembangan perkara, termasuk kemungkinan penerapan pasal tambahan yang dapat memperberat jerat hukum bagi pelaku.
Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa penyidik yang menangani kasus ini masih perlu pendalaman dalam menggali bukti digital. Padahal, dalam perkara narkotika, data komunikasi seperti pesan instan kerap menjadi kunci untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Selain itu, sempat beredar kabar terkait adanya upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum. Namun, hingga kini informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Pihak kepolisian sendiri menegaskan bahwa setiap penanganan perkara, khususnya kasus narkotika, harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pengawasan internal menjadi bagian penting untuk menjaga integritas proses penegakan hukum.
Sebagai tambahan, dalam kasus narkotika skala besar, pengelolaan barang bukti—terutama data digital—memegang peranan krusial. Bukti tersebut tidak hanya memperkuat konstruksi hukum, tetapi juga membuka peluang untuk mengungkap jaringan peredaran yang lebih luas.
Kasus “METRI” ini kini menjadi perhatian karena menyangkut akurasi dan profesionalitas penanganan perkara. Diharapkan, proses evaluasi internal dapat memberikan kejelasan sekaligus memperkuat penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.



Post Comment