Surabaya Vaganza Berakhir Ricuh, 20 Ton Sampah dan Delapan Taman Kota Rusak Diterjang Massa Penonton

SURABAYA, Infopol.news – Kemeriahan Surabaya Vaganza 2026 yang dipadati jutaan penonton di pusat Kota Surabaya menyisakan persoalan lingkungan serius. Setelah parade mobil hias dan festival cahaya berakhir pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat timbunan sampah mencapai sekitar 20 ton serta kerusakan di delapan titik taman kota.

Lonjakan volume sampah terjadi di sepanjang jalur parade yang dipenuhi warga sejak sore hingga malam hari. Petugas kebersihan langsung diterjunkan sejak acara selesai untuk melakukan pembersihan kawasan pusat kota.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan volume sampah pascaacara meningkat drastis dibanding hari biasa.

“Perkiraan mencapai 20 ton,” ujar Wasis, Minggu (17/5/2026).

Untuk mempercepat proses pembersihan, DLH mengerahkan puluhan armada pengangkut sampah.

“Upaya kami terjunkan 16 dump truck dan 1 compactor besar,” tegasnya.

Selain persoalan sampah, kerusakan juga terjadi di sejumlah taman kota akibat banyaknya warga yang berdiri hingga menginjak area tanaman demi mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade.

Berdasarkan data DLH Surabaya, terdapat delapan titik taman kota yang mengalami kerusakan, yakni Alun-Alun Contong termasuk area rumah pompa, Retonde Pojok Praban, Retonde Genteng Kali belakang pos polisi, Retonde Seiko Monumen Pers, Simpang Lonceng depan Tunjungan Plaza, Simpang Dukuh, Alun-Alun Surabaya, hingga kawasan Air Mancur Pemuda.

Sejumlah tanaman hias tampak patah dan rusak akibat terinjak penonton yang memadati area taman selama acara berlangsung.

Saat ini Pemkot Surabaya mulai melakukan penyulaman tanaman serta penataan ulang taman agar kondisi ruang terbuka hijau kembali asri dan tertata.

“Kerusakan taman ada di delapan titik dan sudah kami lakukan perbaikan,” pungkas Wasis.

Post Comment