BPBD Jatim Bentuk Desa Tangguh Bencana di 38 Daerah, Fokus Perkuat Mitigasi Warga

Surabaya, Infopol.news – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dilaksanakan di 38 kabupaten dan kota sepanjang tahun 2026.

Program tersebut dimulai dari sejumlah wilayah di kawasan Mataraman dan dilakukan secara bertahap di berbagai desa yang dinilai memiliki potensi risiko bencana.

Beberapa daerah yang menjadi lokasi awal pembentukan Destana antara lain Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung serta Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara mengatakan pembentukan Destana menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana.

“Sebagaimana arahan Ibu Gubernur melalui Bapak Kalaksa BPBD Jatim, kesiapsiagaan menjadi prioritas utama di setiap lapisan masyarakat. Destana ini menjadi langkah nyata membangun masyarakat yang siap siaga, tanggap, dan tangguh terhadap ancaman bencana,” ujar Deni.

Menurutnya, desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mitigasi maupun penanganan awal saat terjadi bencana. Karena itu, masyarakat perlu memahami potensi ancaman di wilayah masing-masing sejak dini.

“Ketika masyarakat memahami risiko bencana di wilayahnya, maka respons saat kondisi darurat akan lebih cepat dan terukur. Itu yang sedang kami bangun melalui Destana,” katanya.

Selain Tulungagung dan Magetan, program Destana juga dilaksanakan di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, hingga Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Memasuki pekan kedua Mei 2026, kegiatan serupa dilanjutkan ke Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. BPBD Jatim juga menjadwalkan pembentukan Destana di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi terkait mitigasi dan penanganan bencana. Mulai dari kajian risiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan, SOP peringatan dini, SOP evakuasi, hingga pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

Tak hanya fokus pada edukasi kebencanaan, BPBD Jatim juga menyalurkan 100 bibit pohon produktif di setiap desa sasaran. Bibit tersebut terdiri dari durian, alpukat, kelengkeng, dan jambu air yang diharapkan mampu menjadi bagian dari mitigasi vegetatif sekaligus mendukung ekonomi warga.

“Bibit pohon produktif ini bukan sekadar penghijauan, tetapi juga bentuk mitigasi vegetatif yang manfaatnya dapat dirasakan warga dalam jangka panjang, baik untuk lingkungan maupun ekonomi desa,” pungkas Deni.

Program Destana diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana, terutama di wilayah Jawa Timur yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap bencana alam.

Post Comment