Ditres PPA-PPO Polda Jatim Raih Penghargaan Menteri PPPA, Komitmen Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak

SURABAYA, Infopol.news – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Timur menerima apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atas komitmennya dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian seminar nasional bertajuk “Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Menghapus Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa” yang digelar di Surabaya, Senin (27/4/2026).

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada aparat dan pihak terkait yang aktif dalam penegakan hukum, pencegahan, serta perlindungan terhadap korban.

“Kami memberikan penghargaan kepada teman-teman yang telah membantu berproses menyelesaikan persoalan-persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik secara hukum hingga tuntas maupun dalam upaya pencegahan dan perlindungan hak-hak korban. Ini juga menjadi bagian dari momen peringatan Hari Kartini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arifah juga mengungkapkan data hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 yang menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan pada usia 15 hingga 64 tahun. Selain itu, data dari sistem Simfoni mencatat angka kasus yang masih tergolong tinggi.

Menurutnya, salah satu akar persoalan adalah relasi kuasa yang membuat korban kerap tidak berani melawan atau melapor.

“Relasi kuasa ini menjadi keprihatinan kita bersama. Korban sering kali memiliki rasa hormat yang tinggi kepada pelaku sehingga tidak berani berbicara atau menolak. Karena itu, kita perlu membangun kesadaran bersama agar korban berani bersuara,” tegasnya.

Sementara itu, Dirres PPA-PPO Polda Jatim, Ganis Setyaningrum, menyebut seminar nasional tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari kementerian, Komnas Perempuan, LPSK, hingga aparat penegak hukum.

“Alhamdulillah kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan Ditres PPA PPO Polda Jatim berjalan dengan lancar. Ini tidak lepas dari dukungan Bapak Kapolda selaku pimpinan kami,” ujarnya.

Ganis menjelaskan, tingginya kasus kekerasan seksual berbasis relasi kuasa menjadi latar belakang penting digelarnya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kami melihat kasus kekerasan seksual berbasis relasi kuasa cukup tinggi, seperti pelatih terhadap atlet, dosen terhadap mahasiswa, hingga pimpinan terhadap bawahan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk menekan angka kekerasan, memberikan perlindungan dan pemulihan korban, serta memastikan penanganan yang cepat dan berperspektif korban,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih berani melaporkan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan verbal yang sering kali tidak disadari sebagai pelanggaran.

Dengan penghargaan ini, Ditres PPA-PPO Polda Jatim diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan maksimal kepada perempuan dan anak, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya pencegahan kekerasan.

Post Comment