Oknum Jaksa Kejati Jatim Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Staf Honorer
Surabaya, Infopol.news – Seorang oknum jaksa yang bertugas di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang staf honorer. Laporan tersebut kini tengah dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Korban berinisial ZF (27) resmi melaporkan kejadian yang dialaminya dengan nomor laporan LP/B/574/VI/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR. Terlapor diketahui berinisial DYA, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pelecehan tersebut terjadi sekitar Juni 2024. Saat itu, korban yang merupakan staf honorer di lingkungan Kejari Tanjung Perak tengah mengemudikan mobil, sementara terlapor berada di kursi penumpang di sebelahnya.
Dalam situasi tersebut, terlapor diduga melakukan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual. Peristiwa serupa disebut kembali terjadi keesokan harinya dengan pola yang sama.
Saat ini, terlapor diketahui telah bertugas di bagian pengawasan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami laporan yang telah masuk.
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, Melatisari, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa proses hukum masih berjalan.
“Masih proses sidik. Belum ditetapkan tersangka,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Penyidik saat ini tengah mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam perkara ini.
Sebagai tambahan, kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kerja menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan terhadap korban serta integritas institusi. Proses hukum yang transparan dan profesional diharapkan dapat memberikan keadilan serta kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait laporan tersebut. Kasus ini pun masih terus berkembang seiring proses penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian.



Post Comment