Modus Gendam Kembali Terjadi di Surabaya, Pelajar Kehilangan Motor di Taman Apsari
Surabaya, Infopol.news – Aksi kejahatan dengan modus gendam kembali terjadi di Kota Surabaya. Seorang pelajar berinisial RK harus kehilangan sepeda motor miliknya setelah menjadi korban penipuan oleh dua orang tak dikenal di kawasan Taman Apsari, Jumat (17/4/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat korban tengah bermain basket bersama dua rekannya di sekitar lokasi. Tiba-tiba, dua pria mendekati korban dan menuduhnya telah menabrak adik mereka. Meski korban membantah, pelaku terus mendesak hingga akhirnya korban diminta ikut untuk menemui orang yang dimaksud.
Menurut keterangan orang tua korban, Dadi Wahyudi, anaknya sempat dibonceng oleh pelaku menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Satria FU. Korban kemudian diturunkan di kawasan Jalan Wali Kota Mustajab dengan alasan pelaku akan kembali ke Taman Apsari untuk menjemput teman korban lainnya.
Setibanya di lokasi awal, pelaku justru mendatangi rekan korban dan membujuk mereka untuk ikut menyusul RK. Dalam situasi yang membingungkan, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban, yakni Honda PCX warna putih bernomor polisi L 3319 AADV.

“Anak saya dan temannya ini sengaja dibingungkan dan tidak sadar, sadarnya putra saya setelah menelepon temannya,” ujar Dadi.
Korban dan rekannya baru menyadari telah menjadi korban kejahatan setelah melakukan komunikasi melalui telepon. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Genteng pada hari yang sama.
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasus masih dalam penanganan pihak kepolisian.
“Betul, korban sudah laporan, saat ini masih dalam proses penyelidikan petugas,” pungkas Vian.
Sebagai tambahan, modus gendam kerap memanfaatkan kondisi psikologis korban dengan cara membingungkan atau menekan secara verbal, sehingga korban kehilangan fokus dan mudah mengikuti instruksi pelaku. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap orang asing yang tiba-tiba menuduh atau mengajak pergi tanpa alasan jelas.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk lebih berhati-hati saat berada di ruang publik. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap pelaku guna mencegah kejadian serupa terulang.


Post Comment