Pesta di Porong Dikaitkan dengan Polisi, Firman Beri Klarifikasi: “Itu Acara Pribadi”

SIDOARJO – Informasi mengenai pesta ulang tahun yang berlangsung di kawasan Perumahan Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo, yang kemudian dikaitkan dengan seorang pria bernama Firman dan institusi Polri, mendapat klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Firman menegaskan, pesta yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026) malam tersebut merupakan kegiatan pribadi dan tidak berkaitan dengan agenda maupun kegiatan institusi mana pun.

“Acara itu murni acara pribadi. Tidak ada kaitannya dengan institusi dan tidak membawa nama atau atribut institusi apa pun,” ujar Firman.

Ia juga membantah pernah meminta atau mengarahkan agar kegiatan tersebut dikaitkan dengan institusi Polri. Menurutnya, pesta tersebut sepenuhnya merupakan kegiatan pribadi.

“Yang perlu saya luruskan, acara tersebut tidak membawa atau mengatasnamakan institusi Polri. Itu kegiatan pribadi, jadi jangan dikaitkan dengan institusi,” tegasnya.

Selain soal kegiatan, Firman juga memberikan klarifikasi terkait akun TikTok @jsmilla atau Milku yang disebut dalam informasi yang beredar.

Menurut Firman, akun tersebut tidak pernah mengunggah video sebagaimana yang disebut-sebut dalam informasi yang beredar dan dikaitkan dengan dirinya maupun institusi kepolisian.

“Saya juga perlu meluruskan bahwa di akun @jsmilla tidak ada postingan video seperti yang disebut-sebut dalam informasi tersebut,” katanya.

Pihak yang berkaitan dengan akun tersebut juga menyatakan tidak terdapat unggahan video sebagaimana yang disebut dalam informasi tersebut. Karena itu, Firman meminta informasi mengenai akun @jsmilla tidak disimpulkan tanpa melihat sumber dan konteks unggahan secara jelas.

Klarifikasi soal botol minuman

Firman turut memberikan penjelasan mengenai botol minuman yang terlihat berada di tangannya dalam salah satu tayangan pesta yang beredar.

Ia mengatakan, botol tersebut merupakan kado yang diberikan seseorang dalam rangka ulang tahunnya.

“Minuman yang terlihat itu merupakan kado dari seseorang untuk saya saat ulang tahun,” ujarnya.

Menurut Firman, keberadaan botol tersebut dalam tayangan tidak berkaitan dengan kegiatan yang mengatasnamakan institusi tertentu.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan konteks sekaligus mencegah informasi yang berkembang di media sosial ditafsirkan di luar konteks.

“Saya berharap persoalan ini dilihat sesuai konteksnya. Jangan membawa-bawa institusi dalam acara yang sifatnya pribadi,” tandasnya.

Sebelumnya, informasi mengenai seorang pria bernama Firman berkembang di media sosial dan dikaitkan dengan sosok yang disebut sebagai anggota kepolisian yang menangani perkara terkait limbah dan solar.

Namun, informasi tersebut mendapat bantahan dari Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko Sesaria Putra.

Siko menegaskan tidak ada anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo bernama Firman.

“Di Reskrim Polresta Sidoarjo tidak ada anggota atas nama Firman. Mau saya kejar yang nyebar berita hoaks, perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi informasi yang keliru,” ujar Siko saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

Di sisi lain, terdapat keterangan dari sumber internal kepolisian yang menyebut seseorang bernama Firman berdinas di lingkungan Polda Jawa Timur dan bertugas di bidang Reskrimsus.

Namun, keterangan tersebut belum disertai konfirmasi resmi yang memastikan bahwa sosok Firman yang dimaksud merupakan orang yang terlihat dalam tayangan pesta di Porong.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast sebelumnya mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi secara detail mengenai persoalan tersebut dan akan melakukan pengecekan.

“Kami belum mendapat informasi detailnya, nanti akan kami cek. Jika memang ada pelanggaran baik yang dilakukan oleh masyarakat umum maupun anggota silakan dilaporkan. Kita punya layanan Call Center 110 yang siap menerima laporan apa pun,” kata Abast, Jumat (2/10/2026).

Dengan adanya sejumlah keterangan tersebut, identitas serta keterkaitan sosok dalam tayangan dengan institusi kepolisian masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Klarifikasi dari pihak-pihak terkait diperlukan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Post Comment