Kasus Dugaan Keterlibatan Dua Oknum Perwira Ditresnarkoba Polda Jatim Disorot, Publik Tunggu Kejelasan Penanganan

SURABAYA, Infopol.news – Penanganan dugaan perkara yang menyeret dua oknum perwira pertama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur, yakni Ipda Ttk dan Ipda Rio, kembali menjadi sorotan publik. Hingga kini, perkembangan kasus tersebut dinilai belum menunjukkan kejelasan sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Informasi yang beredar menyebutkan kedua nama tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika asal Malaysia yang memasok wilayah Kalimantan, Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Madura. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengecekan kepada fungsi yang berwenang sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

“Saat ini kami belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status perkara, pihak yang menangani, maupun identitas pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan karena seluruh informasi tersebut perlu diverifikasi terlebih dahulu,” ujar Jules.

Ia menegaskan, informasi resmi akan disampaikan setelah seluruh data yang diperoleh benar-benar valid.

“Informasi resmi akan disampaikan setelah memperoleh data yang valid dari fungsi yang menangani,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, perkara tersebut bermula dari penangkapan seorang pria bernama Pandi, warga Wonosari, Surabaya, oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada akhir Mei lalu.

Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya menyebut Pandi diduga merupakan salah satu bandar narkotika yang telah lama beroperasi.

Dalam proses pemeriksaan, penyidik Bareskrim Polri disebut memperoleh informasi bahwa Pandi diduga hanya berperan sebagai pemilik rekening yang digunakan untuk menampung hasil transaksi peredaran narkotika. Namun informasi tersebut hingga kini belum memperoleh konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Infopol.news, nama Ipda Rio juga disebut-sebut menjadi salah satu pihak yang diduga mengetahui alur jaringan peredaran narkotika tersebut. Bahkan beredar informasi yang menyebut keberadaan Ipda Rio belum diketahui dan diduga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun hingga berita ini diterbitkan, Infopol.news belum memperoleh konfirmasi resmi dari Mabes Polri maupun Ditresnarkoba Polda Jatim mengenai kebenaran informasi tersebut.

Publik juga mempertanyakan belum adanya penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara yang menyeret nama Ipda Rio dan Ipda Ttk. Di sisi lain, Ditresnarkoba Polda Jatim secara rutin menyampaikan hasil pengungkapan berbagai kasus narkotika kepada publik.

Selain itu, muncul pula berbagai informasi mengenai dugaan adanya aliran dana dalam perkara tersebut. Namun hingga saat ini informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum didukung bukti maupun keterangan resmi dari penyidik.

Upaya konfirmasi yang dilakukan Infopol.news kepada sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur melalui sambungan telepon maupun pesan singkat terkait perkembangan perkara ini belum mendapatkan tanggapan.

Post Comment