Ancaman PHK Sejak Oktober, Pekerja di Pungging Mojokerto Siap Aksi hingga Menginap
MOJOKERTO, Infopol.news – Gelombang keresahan tenaga kerja di wilayah Pungging, Kabupaten Mojokerto, mencuat setelah munculnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebut telah berlangsung sejak Oktober lalu. Para pekerja menilai hingga kini belum ada kejelasan terkait hak pesangon apabila PHK benar-benar diberlakukan.
Aksi tersebut digalang oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di kawasan industri Pakerin, Desa Pungging. Massa berencana menggelar orasi sebagai bentuk protes terhadap ketidakpastian nasib pekerja.
Informasi yang dihimpun, aksi akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga tuntutan dipenuhi. Bahkan, peserta aksi disebut siap bertahan di lokasi, termasuk kemungkinan menginap, apabila belum ada keputusan dari pihak perusahaan.
Para pekerja menuntut kepastian status kerja serta jaminan pembayaran pesangon sesuai aturan yang berlaku. Mereka menilai, ancaman PHK tanpa kejelasan kompensasi sangat merugikan, terlebih bagi karyawan yang telah lama bekerja.
Koordinasi aksi dipimpin oleh perwakilan serikat pekerja yang datang dari Surabaya. Kehadiran koordinator tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas antarpekerja sekaligus mempertegas tuntutan kepada pihak manajemen.
Situasi di lokasi diperkirakan akan menjadi perhatian, mengingat jumlah massa yang terlibat serta durasi aksi yang berpotensi berlangsung lama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan pekerja.



Post Comment