CCTV Diburu, Polisi Kejar Jejak Pelaku Teror di Dua Pos Polisi Surabaya

SURABAYA — Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya bersama Jatanras Polda Jawa Timur terus melakukan penyelidikan terhadap aksi pelemparan benda yang diduga bom molotov ke dua pos polisi di Surabaya.

Untuk mengungkap identitas pelaku, polisi melakukan penelusuran rekaman CCTV di sejumlah titik. Penyidik juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk membuka dan memeriksa rekaman CCTV milik pemerintah kota.

Selain CCTV Dishub, sejumlah kamera pengawas yang terpasang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, khususnya di sekitar lokasi kejadian dan jalur yang diduga dilalui pelaku, turut diperiksa.

Dari penelusuran awal, polisi mendalami keberadaan seorang pengendara sepeda motor bebek yang mengenakan helm berwarna biru. Sosok tersebut disebut dalam keterangan awal sebagai salah satu petunjuk yang sedang ditelusuri penyidik.

Rekaman dari berbagai titik CCTV kemudian dicocokkan untuk mengetahui pergerakan kendaraan maupun orang yang diduga berkaitan dengan kejadian sebelum dan sesudah insiden.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Abraham Jules Abast mengatakan, penyidik Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap kronologi serta latar belakang kejadian.

“Saat ini juga petugas kami dari Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan bukti-bukti, kemudian mencari kronologis kejadiannya seperti apa, serta penyebab dari kejadian itu seperti apa. Saat ini masih dilakukan pendalaman,” kata Jules, Minggu (16/8/2026).

Polisi juga belum memastikan jenis benda yang dilempar ke dua pos polisi tersebut. Benda itu diketahui sempat tersulut api, namun kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan karakteristik dan jenisnya.

“Perlu saya sampaikan bahwa saat ini juga penyidik dari Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait jenis benda itu sendiri. Sehingga belum dapat kami pastikan jenis bendanya seperti apa maupun penyebabnya seperti apa,” lanjutnya.

Dua lokasi yang menjadi sasaran yakni Pos Polisi Lalu Lintas A Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, kawasan Gayungan, serta Pos Polisi Bundaran CITO atau Pos Lantas Bundaran Waru yang berada di wilayah perbatasan Kota Surabaya sisi selatan.

Jules membenarkan adanya kejadian di dua lokasi tersebut. Namun, ia memastikan tidak terjadi kerusakan besar akibat insiden tersebut.

“Kami membenarkan bahwa ada kejadian di dua tempat, dua lokasi, yaitu di Cito (pos lantas Bundaran Waru) maupun Margorejo. Sejauh ini yang dapat saya sampaikan bahwa informasi tersebut benar. Namun, tidak ada kejadian yang mengakibatkan kerusakan besar,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Polda Jatim bersama Polrestabes Surabaya meningkatkan patroli dan menambah personel di sejumlah lokasi yang dipetakan rawan gangguan kriminalitas.

“Kami turunkan bersama-sama beberapa personel kami, baik dari Polrestabes Surabaya maupun Polda Jatim di tempat-tempat yang diduga rawan terjadi gangguan kriminalitas, termasuk kami tingkatkan patroli,” ungkap Jules.

Peningkatan pengamanan terutama dilakukan pada malam hingga pagi hari untuk menjaga situasi keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“H​al ini juga untuk melakukan upaya-upaya supaya masyarakat aman, nyaman, dan tetap tenang dalam beristirahat maupun aktivitas di malam sampai dengan pagi hari,” pungkasnya.

Sementara itu, kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur secara umum tetap kondusif setelah insiden tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan CCTV dan pengumpulan bukti untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian.

Post Comment