Calon Pimpinan Polri Turun ke Tasikmalaya, Ketahanan Pangan hingga Stabilitas Ekonomi Jadi Sorotan

TASIKMALAYA, Infopol.news — Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 turun langsung ke wilayah hukum Polres Tasikmalaya untuk mendalami persoalan ketahanan pangan, energi, hingga stabilitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Studi Lingkungan OHA dan ES dalam Pelatihan Management Training Course (MC) Level III yang dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026).

Studi lapangan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran para Serdik untuk melihat secara langsung bagaimana tugas dan peran Polri dijalankan di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung program pemerintah.

Pengawas sekaligus Ketua Tim Poklat 20 Sespimmen Polri Dikreg ke-67, Brigjen Pol R. Deden Garnada, S.I.K., M.Han., mengatakan studi lingkungan menjadi kesempatan penting bagi para Serdik untuk memahami dinamika persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Studi lingkungan ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran para Serdik untuk melihat secara langsung bagaimana tugas pokok Polri dilaksanakan di tengah masyarakat,” ujar Deden.

Menurutnya, persoalan pangan dan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Stabilitas ketersediaan serta distribusi kebutuhan pokok dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Para Serdik perlu memahami bahwa persoalan ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak terhadap situasi kamtibmas dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para Serdik melakukan wawancara dan pendalaman dengan sejumlah pejabat serta satuan fungsi di lingkungan Polres Tasikmalaya. Di antaranya Kapolres, Kabagops, Kabag SDM, Binmas, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Kasi Propam, Kasi Humas hingga Kapolsek.

Pendalaman juga dilakukan terhadap sejumlah pihak eksternal, seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag), Bulog, pelaku usaha, Satgas Pangan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Informasi dari berbagai pihak tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk memahami pola pengawasan, distribusi, dan peredaran barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Deden menegaskan bahwa pengawasan terhadap kebutuhan pokok masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, Polri tidak dapat menjalankan tugas tersebut secara sendiri.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, Satgas Pangan dan seluruh stakeholder untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama studi lapangan dapat menjadi bekal bagi para Serdik ketika nantinya kembali bertugas di satuan masing-masing.

“Yang paling penting, para Serdik mampu menerjemahkan hasil studi ini menjadi pemikiran dan langkah strategis ketika nantinya kembali melaksanakan tugas di satuan masing-masing,” pungkas Deden.

Selain kegiatan akademik, para Serdik juga melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat penerima manfaat di sekitar wilayah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang tidak hanya menekankan pemahaman terhadap tugas kepolisian, tetapi juga kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat.

Post Comment