Baru Satu Keluarga Melapor, Polisi Cocokkan Data Penumpang KMP Mutiara Sentosa II
SURABAYA, Infopol.news – Proses penelusuran terhadap penumpang yang diduga belum diketahui keberadaannya pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa II masih dilakukan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur.
Direktur Polairud Polda Jatim Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, hingga Selasa (11/8/2026), baru satu keluarga yang secara resmi melaporkan anggota keluarganya yang diduga hilang.
Saat dikonfirmasi mengenai jumlah laporan keluarga yang telah diterima, Arman menjawab singkat, “1 orang.”
Menurut Arman, sejak awal kepolisian telah mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera menyampaikan laporan. Laporan dapat dilakukan melalui kantor kepolisian terdekat maupun aparat pemerintah sesuai dengan kewenangannya.
“Kalau laporan masing-masing keluarga yang merasa kehilangan, sudah disampaikan di awal bila ada yang merasa kehilangan silakan melapor ke kantor polisi terdekat atau aparat pemerintah sesuai bidang tugasnya,” jelas Arman.
Data Penumpang Masih Dicocokkan
Arman menjelaskan, laporan yang masuk selanjutnya akan diverifikasi dan dicocokkan dengan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak.
“Data tetap kita cocokkan dengan KSOP,” ujarnya.
Salah satu nama yang sebelumnya disebut tengah dicari keluarga adalah Bustam Sanusi alias Daeng Nappak, seorang sopir truk asal Makassar.
Keluarga Bustam diketahui sempat mendatangi posko penanganan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak untuk mencari informasi mengenai keberadaannya setelah insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Ketika dikonfirmasi mengenai laporan dari pihak keluarga Bustam Sanusi, Arman menyebut pihaknya masih melakukan pengecekan.
“Dicek dulu ya untuk yang melapor,” katanya.
Polisi Sebut Masih Tahap Lidik
Arman menegaskan, penanganan informasi tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.
“Masih lidik,” pungkasnya.
Proses pencocokan data menjadi bagian penting dalam memastikan status penumpang maupun pihak yang dilaporkan belum diketahui keberadaannya. Terlebih, sebelumnya muncul informasi mengenai adanya perbedaan data manifes serta keluarga yang mengaku masih mencari anggota keluarganya.
Karena itu, kepolisian masih melakukan verifikasi dengan data yang dimiliki instansi terkait, termasuk KSOP Tanjung Perak.
Berdasarkan keterangan Ditpolairud Polda Jatim, hingga saat ini baru satu keluarga yang tercatat secara resmi membuat laporan terkait anggota keluarga yang diduga hilang.
Sementara proses penyelidikan dan pencocokan data masih berlangsung. Keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya diimbau menyampaikan laporan agar informasi tersebut dapat diverifikasi melalui mekanisme resmi.



Post Comment