Bongkar Strategi Emil Dardak, Trowulan Disulap Jadi Pusat Peradaban dan Wisata Majapahit

SURABAYA,Infopol.new – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah menjadikan kawasan Trowulan sebagai destinasi wisata sejarah kelas dunia. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa upaya membangkitkan kembali kejayaan Majapahit tidak cukup hanya melalui pelestarian situs bersejarah, tetapi juga harus diperkuat dengan pengembangan industri kreatif yang mampu menjangkau generasi muda.

Menurut Emil, Trowulan yang diyakini sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit memiliki nilai sejarah yang sangat besar dan menjadi aset budaya yang harus dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan dua strategi yang berjalan beriringan, yakni penataan kawasan bersejarah serta penguatan narasi budaya melalui karya-karya kreatif.

Ia menjelaskan, berbagai program penataan telah dilakukan, mulai dari bantuan renovasi rumah warga dengan sentuhan arsitektur khas Majapahit hingga rencana menghidupkan kembali jalur-jalur sungai yang dahulu menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pada masa kerajaan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat identitas kawasan.

“Majapahit sudah memiliki nama besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana reputasi itu bisa dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak orang datang, belajar, dan merasakan langsung jejak peradabannya,” ujar Emil.

Selain pembangunan fisik, Emil menilai promosi budaya melalui industri kreatif menjadi faktor penting untuk memperkenalkan Majapahit kepada masyarakat luas. Salah satu gagasan yang didorong adalah lahirnya film-film bertema Majapahit yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Menurutnya, film dapat menjadi media efektif untuk membangun ketertarikan masyarakat terhadap sejarah Nusantara. Ketika masyarakat mulai mengenal dan tertarik, maka kunjungan wisata ke kawasan Trowulan juga diyakini akan meningkat.

Emil menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak boleh mengabaikan aspek pelestarian cagar budaya. Seluruh pembangunan tetap harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan Balai Pelestarian Cagar Budaya agar nilai historis kawasan tetap terjaga.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sembarangan. Nilai sejarah dan warisan budaya yang ada harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sinergi antara pelestarian situs sejarah dan penguatan industri kreatif mampu mengangkat kembali nama besar Majapahit di mata dunia. Dengan strategi tersebut, Trowulan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kawasan arkeologi, tetapi juga berkembang menjadi pusat wisata budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Post Comment