Memorandum Siapkan Festival Rakyat Sambut Hari Jadi Jatim, Khofifah Dorong Konsep yang Lebih Inovatif
SURABAYA, Infopol.news – Manajemen Harian Memorandum melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/7/2026), guna memaparkan rencana penyelenggaraan Festival Rakyat sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Utama Harian Memorandum Choirul Shodiq, Direktur Ahmad Syaiku, Manajer Event Djoko Setyo, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam audiensi itu, Memorandum menyampaikan konsep penyelenggaraan kegiatan yang dirancang berlangsung selama dua hari, yakni pada 24–25 Oktober 2026. Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian acara kali ini akan dikemas lebih meriah dengan melibatkan berbagai komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Direktur Utama Memorandum Choirul Shodiq mengatakan, konsep dua hari dipilih agar kegiatan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
“Selama ini acara gowes biasanya hanya satu hari. Kali ini kami kemas menjadi dua hari dengan berbagai kegiatan pendukung agar lebih menarik dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, festival tersebut juga bertujuan menghidupkan kembali aktivitas komunitas yang sempat menurun akibat pandemi Covid-19 sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah.
Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam festival tersebut, di antaranya Festival Kuliner UMKM, Festival Kopi Nusantara, lomba baris-berbaris, Marching Band Competition tingkat Jawa Timur, hingga kegiatan gowes bersama Gubernur Jawa Timur dan masyarakat.
Khusus untuk lomba baris-berbaris, Memorandum menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat bela negara kepada generasi muda.
Sementara itu, Manajer Event Memorandum Djoko Setyo menjelaskan, kompetisi marching band akan menggandeng Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Timur dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di berbagai daerah.
Menanggapi paparan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut positif inisiatif yang disampaikan pihak Memorandum. Namun, ia menekankan pentingnya menghadirkan konsep yang lebih inovatif agar memiliki nilai tambah dibanding kegiatan serupa yang telah banyak digelar.
“Kalau memang mau mengangkat festival kopi harus memiliki konsep yang spesifik dan unik, karena kegiatan seperti itu sudah sering diselenggarakan di berbagai daerah. Yang penting adalah bagaimana menghadirkan nilai tambah dan daya tarik yang berbeda,” ujar Khofifah.
Untuk kegiatan olahraga, Khofifah juga menyarankan agar konsep acara dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur sehingga dapat terintegrasi dengan agenda resmi pemerintah daerah.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur Muhamad Hadi Wawan Guntoro.
Pertemuan itu menjadi langkah awal sinergi antara Harian Memorandum dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya meriah sebagai perayaan Hari Jadi Jawa Timur, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat karakter generasi muda, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.



Post Comment