Polda Jatim Perkuat Penyelidikan Kematian ASN Bangkalan, Hasil Toksikologi Masih Ditunggu

SURABAYA – Polda Jawa Timur memperkuat penyelidikan kasus kematian RYS, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Polda Jatim bersinergi dengan Polresta Sidoarjo untuk mempercepat pengungkapan kasus yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

“Upaya sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk dapat cepat mengungkap kasus ini akan terus kami lakukan. Mohon doanya mudah-mudahan segera tertangkap,” ujar Jules, Rabu (1/7/2026).

Menurut Jules, keterlibatan Polda Jatim merupakan bentuk penguatan penyelidikan agar penyebab kematian korban segera terungkap.

Dugaan adanya tindak pidana mengemuka setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil autopsi.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, tim forensik menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata serta kebiruan pada bibir yang kerap dijumpai pada korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen.

Pemeriksaan organ dalam juga menemukan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran pernapasan bagian atas, hingga dinding lambung. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi organ tubuh korban telah mengalami pembusukan lanjut.

Untuk memastikan penyebab kematian, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Sampel yang diperiksa meliputi ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban.

Sebelumnya, tim forensik memperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas yang terparkir di kawasan Bandara Juanda.

Hingga saat ini, kepolisian belum menetapkan tersangka maupun mengungkap motif di balik kematian ASN Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut. Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Post Comment