Tahanan Kasus Sabu 40 Kg Sempat Kabur dari Ditresnarkoba Polda Jatim, Berhasil Ditangkap Kembali di Wilayah Sidoarjo
Surabaya, Infopol.news – Seorang tahanan kasus narkotika dengan dugaan barang bukti sabu seberat 40 kilogram dikabarkan sempat melarikan diri dari lingkungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur pada Minggu pagi (10/5/2026). Tahanan tersebut kemudian berhasil diamankan kembali setelah sempat melarikan diri hingga wilayah Medaeng, Waru, Sidoarjo.
Informasi yang dihimpun tim redaksi menyebut, tahanan itu diduga merupakan bandar narkotika yang sebelumnya diamankan dalam operasi anggota opsnal Ditresnarkoba Polda Jatim. Dalam proses pelariannya, tahanan disebut sempat bergerak menuju wilayah hukum Wonocolo sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan ditangkap kembali oleh petugas.
Sumber internal yang dikonfirmasi redaksi mengungkapkan bahwa proses pelarian tahanan tersebut memunculkan tanda tanya terkait sistem pengamanan di lingkungan gedung Ditresnarkoba Polda Jatim.
“Tahanan berhasil keluar lewat atas. Padahal sistem keamanan di gedung direktorat narkoba sangat ketat dan kalau untuk meloloskan diri sangat tidak mungkin,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masih berdasarkan informasi yang diterima redaksi, tahanan tersebut disebut sempat mendapat bantuan dari seorang warga perempuan di sekitar kawasan Medaeng, Sidoarjo. Ia dikabarkan diberikan pakaian pengganti sebelum akhirnya keberadaannya terlacak kembali oleh aparat kepolisian.
Dalam proses penangkapan ulang, petugas disebut melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap tahanan karena dianggap berupaya melarikan diri dan membahayakan proses pengamanan.
Salah satu nama yang ikut disorot dalam informasi yang beredar adalah anggota opsnal berinisial Totok yang disebut bertanggung jawab dalam pengawalan tahanan saat kejadian berlangsung. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi terkait dugaan kelalaian dalam proses pengamanan tersebut.
Selain itu, seorang penasihat hukum bernama Dicki yang dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan adanya insiden tahanan kabur tersebut meski akhirnya berhasil diamankan kembali oleh petugas.
“Memang sempat kabur, tapi sudah berhasil diamankan lagi,” ujar Dicki singkat kepada wartawan.
Kasus kaburnya tahanan narkotika ini menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan direktorat yang memiliki sistem pengamanan ketat. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ditresnarkoba Polda Jatim belum memberikan penjelasan resmi terkait kronologi lengkap pelarian tahanan, proses penangkapan kembali, maupun evaluasi internal atas insiden tersebut.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian terkait kebenaran informasi yang beredar, termasuk status hukum tahanan dan dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan.



Post Comment