Pembunuh Lansia di Sencaki Surabaya Dijerat Pasal Berlapis, Ngaku Nyabu Sebelum Beraksi hingga Terseret Kasus Curanmor
Surabaya, Infopol.news – Kasus pembunuhan terhadap seorang lansia di kawasan Sencaki, Surabaya, mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku berinisial Abdur Rahman alias Man (45) ternyata melakukan aksi brutalnya dalam kondisi usai mengonsumsi narkotika jenis sabu. Kini, ia terancam dijerat pasal berlapis atas sejumlah tindak pidana yang dilakukannya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah menggunakan sabu sebelum melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian korban Muhammad Jaiz (57).
“Saat sebelum melakukan pembacokan, menurut keterangan nyabu sama rekannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, diketahui bahwa pelaku hampir setiap hari mengonsumsi narkotika tersebut. Pada hari kejadian, Kamis (23/4/2026), pelaku yang baru pulang dalam kondisi terpengaruh sabu mendapat informasi dari adiknya bahwa korban diduga telah melakukan pelecehan terhadap saudara perempuannya.
Emosi yang memuncak membuat pelaku langsung mencari korban. Setelah bertemu, tanpa banyak pertimbangan, pelaku melakukan pembacokan dan penusukan secara brutal hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi.
Tak hanya itu, hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa Rahman merupakan buronan dalam kasus lain. Ia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait penadahan kendaraan hasil pencurian.
“Yang bersangkutan juga DPO penadah curanmor. Salah satu penadahnya yang bersangkutan. Dia mengaku menerima tiga unit motor hasil curanmor. Pengakuannya pelaku tiga kali, mungkin bisa lebih dari itu,” jelas Edy.
Catatan kriminal pelaku pun tidak berhenti di situ. Rahman diketahui merupakan residivis kasus narkoba yang pernah ditangkap pada tahun 2015 oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Ia sempat menjalani hukuman penjara selama delapan tahun dan baru bebas pada akhir 2023.
Dengan sejumlah fakta tersebut, penyidik memastikan pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari pembunuhan, penyalahgunaan narkotika, hingga keterlibatan dalam jaringan penadahan kendaraan curian.
Polisi saat ini masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk rekan pelaku saat mengonsumsi sabu sebelum kejadian.


Post Comment