2.500 Personel Dikerahkan dalam Pengamanan Kegiatan Pencak Silat di Madiun
MADIUN KOTA, Infopol.news – Sebanyak 2.500 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan rangkaian kegiatan pencak silat di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Lapangan Loduwur, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kamis (24/9/2026).
Personel yang dilibatkan terdiri dari unsur TNI, Polri, dan sejumlah instansi terkait. Pengamanan difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta menjaga kegiatan pencak silat tetap berlangsung tertib.
Apel tersebut dipimpin Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Joni Iskandar, S.I.K. Sejumlah pejabat kepolisian turut hadir, di antaranya Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol Dwiyanto Nugroho, S.I.K., M.Han., Dirsamapta Kombes Pol Noerwiyanto, S.I.K., Dirbinmas Kombes Pol Darman, S.I.K., M.Pd., serta Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama W.P.
Dalam arahannya, Joni meminta seluruh personel menjalankan tugas secara bertanggung jawab dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Ia juga menekankan penggunaan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan.
“Kami mengimbau seluruh warga, khususnya para anggota perguruan pencak silat, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kedepankan rasa persaudaraan, saling menghormati, dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial,” ujar Joni.
Selain pengamanan di lapangan, personel diminta memperkuat langkah preventif dan preemtif. Deteksi dini terhadap potensi gesekan serta komunikasi dengan masyarakat juga menjadi bagian dari strategi pengamanan.
“Sinergitas, komunikasi dengan masyarakat, serta deteksi dini terhadap potensi gesekan di lapangan harus diperkuat,” tegasnya.
Melalui Operasi Aman Mataraman Semeru 2026, aparat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait berupaya menjaga situasi keamanan selama rangkaian kegiatan pencak silat berlangsung.
Joni menegaskan bahwa setiap tindakan pengamanan harus dilakukan secara terukur, profesional, dan proporsional dengan tetap menempatkan keselamatan masyarakat sebagai salah satu pertimbangan utama.



Post Comment