Dua Peraih Adhi Makayasa Pernah Pimpin Polrestabes Surabaya, Kini Dipercaya Duduki Jabatan Strategis
SURABAYA, Infopol.news – Karier dua jenderal Polri yang pernah menjabat Kapolrestabes Surabaya kembali menjadi sorotan seiring bergulirnya mutasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri Nomor ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026, Irjen Pol Sandi Nugroho dan Irjen Pol Jhonny Edison Isir mendapatkan penugasan baru pada jabatan strategis.
Irjen Pol Sandi Nugroho yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Humas Polri dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Sementara posisi Kadiv Humas Polri selanjutnya diisi oleh Irjen Pol Jhonny Edison Isir, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat.
Kedua perwira tinggi tersebut merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian dan peraih Adhi Makayasa. Irjen Pol Sandi Nugroho meraih penghargaan tersebut pada Akpol 1995, sedangkan Irjen Pol Jhonny Edison Isir merupakan lulusan terbaik Akpol 1996.
Dalam perjalanan kariernya, keduanya juga pernah memimpin Polrestabes Surabaya. Irjen Pol Sandi Nugroho menjabat pada periode 2019–2020, kemudian dilanjutkan oleh Irjen Pol Jhonny Edison Isir pada 2020–2021.
Selama menjabat Kapolrestabes Surabaya, keduanya memimpin penanganan berbagai perkara kriminal, termasuk kasus peredaran narkotika dan kejahatan jalanan. Sejumlah pengungkapan perkara tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur penegakan hukum yang berlaku, termasuk tindakan tegas kepolisian terhadap tersangka yang dinilai membahayakan keselamatan petugas.
Dalam beberapa kasus narkotika yang ditangani pada periode tersebut, aparat kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena adanya perlawanan bersenjata dari para tersangka saat proses penangkapan. Barang bukti yang diamankan dalam kasus-kasus tersebut mencapai puluhan kilogram narkotika jenis sabu serta ribuan butir pil ekstasi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari sistem pembinaan organisasi Polri.
“Mutasi jabatan adalah hal yang rutin dan wajar dalam organisasi Polri. Ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran, penguatan struktur organisasi, serta pembinaan karier guna memastikan pelaksanaan tugas Polri berjalan optimal dan profesional,” ujarnya.



Post Comment