Aklamasi di Musprov, Tonny Wahyudi Pasang Target Emas untuk PBSI Jatim di PON 2028

Infopol.newsTonny Wahyudi kembali dipercaya memimpin Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur untuk masa bakti 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Jatim yang digelar di Surabaya, Minggu (11/1/2026).

Terpilihnya Tonny menandai periode kedua kepemimpinannya di PBSI Jatim. Pada masa bakti lanjutan ini, Tonny langsung menegaskan komitmen untuk meningkatkan prestasi bulu tangkis Jawa Timur, dengan target utama meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sebagai langkah awal, Tonny akan menyusun struktur kepengurusan baru yang dinilainya lebih efektif dan efisien. Ia menyebut kepengurusan akan dibuat lebih ramping, namun tetap fokus pada penguatan sistem pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

Dalam waktu dekat, PBSI Jatim akan memprioritaskan persiapan menuju PON 2028 yang rencananya digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Persiapan tersebut akan dilakukan melalui sinergi dengan KONI Jawa Timur, termasuk proses pemilihan atlet potensial yang akan menjalani pembinaan intensif di Pusat Latihan Daerah (Puslatda).

Selain fokus pada PON, Tonny juga menyoroti kepercayaan dari PP PBSI yang menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Pusat Latihan Wilayah (Puslatwil) Indonesia Timur. Menurutnya, penunjukan ini memiliki nilai strategis karena memberikan keuntungan kompetitif bagi atlet-atlet Jawa Timur.

Puslatwil Indonesia Timur yang berpusat di Surabaya akan menampung atlet-atlet terbaik dari kawasan Indonesia Timur dengan dukungan pelatih berstandar nasional hingga internasional. Kehadiran pusat latihan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas latihan, mental bertanding, serta daya saing atlet Jawa Timur.

Tonny menambahkan, Puslatwil juga menjadi jalur penting menuju Pelatnas PBSI. Dengan sistem latihan yang selaras, atlet Jawa Timur dinilai memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi dengan pembinaan nasional sekaligus mendapatkan lawan tanding berkualitas.

Menatap PON 2028, Tonny mengakui persaingan akan semakin ketat. Selama ini, dominasi bulu tangkis nasional di ajang PON masih dikuasai provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Pada PON sebelumnya, cabang bulu tangkis Jawa Timur hanya mampu menyumbang dua medali perak dan lima perunggu.

Melalui kepemimpinan periode keduanya, Tonny bertekad melakukan perubahan signifikan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi erat dengan pengurus PBSI kabupaten dan kota guna membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan terintegrasi.

“Target kami jelas. Dengan kepengurusan baru dan pembinaan yang lebih terarah, PBSI Jawa Timur harus mampu meraih medali emas di PON 2028,” tegas Tonny.

Post Comment