Nasi Tahlil Diduga Picu Keracunan Massal di Surabaya, 21 Warga Tumbang
Surabaya, Infopol.news – Sebanyak 21 warga Jalan Sidokapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi kotak dari acara tahlilan. Dari jumlah tersebut, empat orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, Minggu (5/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, menyampaikan bahwa mayoritas korban telah dalam kondisi stabil dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
“Empat orang masih menjalani rawat inap. Dua orang di RSUD dr Mohamad Soewandhie, satu orang di RS Al Irsyad Surabaya, dan satu orang lagi di RS PHC Surabaya,” ujarnya.
Gejala yang dialami korban meliputi mual, muntah, diare, serta kondisi tubuh lemas. Sementara itu, 17 warga lainnya telah diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah.
Dinkes Surabaya mengaku mengalami kendala dalam memastikan penyebab pasti keracunan karena tidak adanya sampel makanan yang bisa diuji.
“Kami tidak mendapatkan sampel makanan. Acara makannya tanggal 31 Maret, lalu gejala baru muncul dan dilaporkan beberapa hari setelahnya. Saat tim turun, sisa makanan sudah tidak ada,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Dinkes telah mengantongi informasi terkait menu yang disajikan dalam nasi kotak tersebut, yakni nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, mi bihun goreng, dan acar.
Dari hasil penelusuran sementara, makanan tersebut diketahui diolah secara mandiri oleh warga, bukan berasal dari jasa katering. Bahan makanan dibeli dari pasar dan dimasak oleh seorang warga setempat.
Peristiwa ini bermula dari kegiatan tahlilan pada Selasa (31/3/2026), di mana warga yang hadir membawa pulang nasi kotak. Gejala mulai dirasakan sehari setelahnya, namun baru teridentifikasi sebagai kejadian keracunan massal pada Jumat (3/4/2026) setelah banyak warga mengalami keluhan serupa.
Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan terus memantau kondisi korban serta mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan dan higienitas dalam pengolahan makanan, khususnya untuk konsumsi dalam jumlah besar, guna mencegah kejadian serupa terulang.



Post Comment