Dugaan Pabrik Jamu di Sidoarjo Tak Miliki IPAL, Limbah Diduga Dibuang ke Kawasan Gunung Anyar
SIDOARJO, Infopol.news – Aktivitas sebuah pabrik jamu herbal di wilayah Berbek, Kabupaten Sidoarjo, menjadi sorotan setelah muncul dugaan tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta adanya indikasi pembuangan limbah ke kawasan lain.
Berdasarkan penelusuran redaksi infopol.news di lokasi yang teridentifikasi pada titik koordinat MQ45+6W8, tidak ditemukan papan nama resmi perusahaan yang mencantumkan badan hukum seperti PT atau CV di bagian depan pabrik.
Selain itu, pengelolaan limbah di lokasi tersebut diduga belum memenuhi standar. Limbah yang dihasilkan berupa cairan sisa produksi serta endapan padat menyerupai ampas halus, yang umumnya berasal dari proses ekstraksi bahan herbal dan pencucian bahan baku.
Temuan di lapangan semakin menguat setelah redaksi memperoleh dokumentasi dugaan pembuangan limbah di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat tumpukan limbah bercampur sampah padat dibuang di tepi perairan dengan kondisi air yang tampak keruh dan berwarna kehijauan.
Material yang ditemukan meliputi limbah cair, plastik, serta endapan padat menyerupai lumpur atau ampas produksi. Kondisi ini berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu ekosistem sekitar.
Saat dikonfirmasi di lokasi pabrik, petugas keamanan bernama Yangki menyebut bahwa pemilik usaha adalah seseorang bernama Salim yang saat ini berada di Jakarta. Namun, pihak pengelola belum memberikan keterangan resmi terkait legalitas usaha maupun sistem pengolahan limbah.
Dari hasil pengamatan, aktivitas produksi di dalam pabrik masih berjalan dengan melibatkan sekitar 10 pekerja.
Secara umum, industri pengolahan jamu menghasilkan limbah organik berupa cairan ekstraksi tanaman dan residu padat yang seharusnya diolah melalui sistem IPAL sebelum dibuang ke lingkungan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak pemilik maupun instansi terkait mengenai dugaan pembuangan limbah tersebut. Redaksi infopol.news masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak berwenang guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku.



Post Comment