Pemprov Jatim Gratiskan Layanan Bus Trans Jatim pada Hari Pertama Lebaran 2026
SURABAYA, Infopol.news – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberlakukan tarif nol rupiah untuk seluruh layanan bus Trans Jatim pada hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah atau 1 Syawal 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat yang melakukan silaturahmi pada momen Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk pelayanan publik sekaligus upaya mempermudah masyarakat dalam melakukan perjalanan saat hari raya.
“Trans Jatim akan digratiskan pada hari pertama Lebaran, tepat pada 1 Syawal. Kebijakan ini untuk memaksimalkan pelayanan serta menunjang mobilitas masyarakat saat bersilaturahmi pada Idulfitri,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Menurut Nyono, perayaan Idulfitri di Jawa Timur memiliki tradisi unjung-unjung atau saling mengunjungi kerabat dan tetangga. Tradisi tersebut biasanya meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga.
“Banyak warga memanfaatkan hari pertama Lebaran untuk berkunjung ke rumah orang tua, kerabat, maupun tetangga. Kondisi itu membuat kebutuhan transportasi meningkat, khususnya di wilayah perkotaan,” katanya.
Ia menambahkan, pemberian tarif gratis pada hari besar nasional merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan transportasi publik. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku selama satu hari, yakni pada hari pertama Lebaran.
Selain membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga potensi kemacetan di jalan raya dapat ditekan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik secara optimal agar perjalanan silaturahmi selama Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Saat ini layanan Trans Jatim telah melayani delapan koridor utama yang menghubungkan berbagai wilayah di kawasan aglomerasi Gerbangkertosusila—meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan—serta wilayah Malang Raya.



Post Comment