Antisipasi Mudik Lebaran, Polda Jatim Kerahkan 5.020 Personel dalam Operasi Keselamatan Semeru

SURABAYA, Infopol.news – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan menyiagakan 5.020 personel gabungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Senin (2/2/2026), sebagai langkah awal menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) menjelang Idul Fitri 1447 H.

Apel dipimpin oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce, didampingi pejabat utama Polda Jatim serta Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi.

Kombes Pol Iwan Saktiadi menjelaskan, Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Untuk tingkat Polda Jatim, disiagakan 395 personel, sementara secara keseluruhan terdapat 5.020 personel gabungan yang melibatkan jajaran Polres di seluruh Jawa Timur.

“Operasi keselamatan ini merupakan landasan untuk mempersiapkan Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan mudik dan balik Lebaran 2026,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, dalam operasi ini pihaknya mengedepankan kegiatan sosialisasi serta langkah-langkah preemtif dan preventif, dengan fokus utama pada angkutan umum, khususnya angkutan penumpang.

Menurutnya, Polri bersama Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait akan bersinergi dalam lima pilar keselamatan lalu lintas sesuai tugas masing-masing.

“Kami fokus pada angkutan massal, baik bus reguler maupun bus pariwisata atau rombongan, mengingat menjelang Lebaran masyarakat akan melakukan mobilisasi mudik dan kegiatan wisata,” katanya.

Dalam rangka memastikan kelayakan armada, Polda Jatim bersama instansi terkait akan melaksanakan ramp check secara serentak di 39 kabupaten/kota selama masa operasi. Pemeriksaan akan dilakukan di pool-pool bus dan lokasi lainnya seperti terminal dan rest area.

Ramp check meliputi pemeriksaan sistem kemudi, kelistrikan, pengereman, mesin, kelayakan bodi, serta kondisi ban. Sementara itu, untuk pengemudi dan kondektur bus akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dokkes guna memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan tidak terpengaruh alkohol.

“Tujuan utama dari Operasi Keselamatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan menyiapkan seluruh unsur pendukung agar tercipta kamseltibcarlantas,” tegas Iwan.

Post Comment