Polda Jatim Tegaskan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Utamakan Perlindungan Korban

SURABAYA, Infopol.news – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Timur menegaskan bahwa perlindungan dan penyelamatan korban menjadi fokus utama dalam penanganan kasus kejahatan yang melibatkan perempuan dan anak.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., menyampaikan bahwa proses penegakan hukum tidak dapat dilepaskan dari upaya pemulihan kondisi korban, baik secara fisik maupun psikologis.

“Keselamatan korban harus menjadi prioritas. Penanganan perkara tidak hanya berfokus pada pelaku, tetapi juga pada pemulihan korban,” ujar Kombes Pol Ganis saat melakukan kunjungan ke Kantor Memorandum, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, tantangan utama dalam pengungkapan perkara kerap muncul dari kondisi korban yang mengalami trauma berat, sehingga membutuhkan pendekatan khusus dan pendampingan berkelanjutan.

Saat ini, Direktorat PPA-PPO Polda Jatim menangani sekitar seratus kasus tunggakan, serta ratusan perkara lain yang masih dalam proses penyidikan. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, kasus pornografi daring dan kekerasan berbasis elektronik terhadap perempuan dan anak menunjukkan tren peningkatan.

Dalam penanganan perkara yang melibatkan anak, Polda Jatim mengedepankan pendekatan humanis serta penerapan keadilan restoratif. Langkah tersebut dilakukan agar anak tidak harus masuk ke dalam sistem peradilan pidana dan tetap dapat melanjutkan masa depan, termasuk hak memperoleh pendidikan.

Selain itu, Kombes Pol Ganis juga menyoroti masih maraknya tindak pidana perdagangan orang di sejumlah wilayah Jawa Timur. Korban umumnya direkrut melalui iming-iming pekerjaan dengan gaji tinggi yang dilakukan secara ilegal.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas serta tidak ragu untuk melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi tindak pidana.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Pola asuh dan pendidikan di keluarga menjadi benteng utama,” pungkasnya.

Post Comment