Hari Kedelapan Tragedi Al Khoziny, Tim SAR Evakuasi 158 Korban

SIDOARJO, Infopol.news — Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo terus berlanjut hingga hari kedelapan. Tim SAR gabungan melaporkan, total sebanyak 158 korban berhasil dievakuasi, terdiri atas 54 orang meninggal dunia dan 104 lainnya selamat.

Kepala Kantor SAR Surabaya selaku On Scene Coordinator (OSC), Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa pada Senin (6/10/2025) dini hari, tim kembali menemukan satu jenazah di sektor A2, tepatnya di bagian belakang bangunan.

“Pagi ini tim menemukan satu jenazah tambahan pada pukul 03.35 WIB. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi,” kata Nanang.

Dengan temuan tersebut, total korban yang berhasil dievakuasi hingga Senin pagi mencapai 158 orang. Proses pencarian masih difokuskan pada beberapa titik yang diperkirakan terdapat reruntuhan berat dan berpotensi menyimpan korban.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) BNPB, Kolonel Inf Hery Setiono, menjelaskan bahwa proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim membutuhkan waktu setidaknya tiga hari.

“Proses identifikasi ini memerlukan ketelitian tinggi karena banyak korban mengalami luka berat akibat reruntuhan. Estimasi paling cepat tiga hari untuk memastikan identitas secara akurat,” ujarnya.

Hery juga meminta masyarakat, khususnya keluarga korban, agar tetap tenang dan bersabar menunggu hasil resmi dari tim DVI. “Kami memahami rasa duka dan penantian yang berat, namun identifikasi ini harus akurat demi menghormati para korban dan keluarganya,” tambahnya.

Selama proses identifikasi berlangsung di RS Bhayangkara Surabaya, pemerintah bersama BNPB dan tim gabungan telah menyiapkan tenda penampungan serta dapur umum bagi keluarga korban yang menunggu hasil pencocokan identitas.

“Kami ingin memastikan keluarga korban mendapatkan tempat istirahat yang layak dan kebutuhan logistik selama menunggu proses identifikasi selesai,” tutur Hery.

Tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan Islam di Sidoarjo. Tim gabungan dari SAR, BPBD, TNI-Polri, dan relawan masih terus bekerja di lapangan untuk menuntaskan pencarian dan memastikan tidak ada korban yang tertinggal di lokasi.

Post Comment