Aksi Penganiayaan dan Pengeroyokan Berbuntut Laporan Kepolisian

  • Rabu, 23-Desember-2020 (08:38) HukRim admin123

    Surabaya  - Infopol.news - M.Yani dan Hariono,  korban dari penganiayaan yang diduga dilakukan  salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas), mengharapkan Polresbes Surabaya  segera mengambil tindakan untuk menangkap pelaku penganiayaan. Sebab, tindakan oknum itu merupakan pelanggaran hukum dan dapat dijerat pidana.

    "Penganiayaan itu terjadi pada (21/12/2020) pukul 22.00 wib. Saat itu, korban dan temanyapulang dari polres gresik, sedang mendampingi ahli waris beliau mengatakan silahkan dari pihak Ongkowidjoyo memasang Banner dengan bertuliskan SHM yang diterbitkan dari BPN gresik yang dari pihak Ongkowidjoyo, dan dari pihak ahli waris tidak mencari keributan tetapi mencari solusi yang terbaik, " Ujar, " Sueb Abdullah melalui kuasa hukumnya, Anton Heriwibawa, SH, selasa di Depan Kantor SPKT Polresbes Surabaya.

    Korban pertama yaitu M. Yani, ia di datangi Lima orang diantaranya bernama Husein, Didik, Mail, dan kawan-kawan. Yani di masukan dalam mobil dan di hajar agar menunjukkan rumah rumah Hariono.

    Sesampainya di rumah Hariono, kelima orang ini melakukan pengeroyokan kepada Hariono menggunakan senjata tajam hingga melukai lengan Hariono.

    Anton menambahkan, untuk saat ini korban Hariono masih melakukan perawatan, dan rencana saya dan tim penyidik Polresbes Surabaya akan melihat kondisi Hariono dan Yani. Serta penyidik akan mendalami permasalahan ini. 

    Anton memgungkapkan, kasus dugaan penganiayaan itu sudah dilaporkan ke Polresbes surabaya. Pengaduan itu disampaikan setelah korban ditarik secara paksa dan dianiaya oleh pelaku. 

    Laporan pengaduan ke Markas Polresbes Surabaya sesuai dengan Nomor LP: TBL -BI / 186 /XXI / RES 1.11 /2020 / RESKRIM  ditandatangani oleh kepala SPKT
    Polresbes Surabaya, Iptu Sutrisno
     Laporan ini dilakukan pada 22 desember 2020.

    Menurut Anton, kliennya sangat berharap agar kasus yang menimpanya tersebut segera diproses oleh pihak kepolisian secara profesional dan demi penegakan hukum, sesuai dengan komitmen Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Penanganan kasus ini penting diproses karena klien kami merasa dirugikan dengan tindakan tersebut," sebutnya.( By). 

Share This :

Copyright © 2020 CV. Natusi