Hakim sebagai Wakil Tuhan Di Muka Bumi harus Lebih Jeli dan amanah dalam perkara laka lantas  korban  cacat Seumur hidup 

  • Jumat, 23-Oktober-2020 (19:11) Info Layanan admin123

    Surabaya, Infopol.news - Sidang perkara laka lantas yang mengakibatkan seorang pimpinan Redaksi Media Infopolnews menjadi cacat seumur hidup, kembali di gelar di Ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya.

    Dimana mendudukan Terdakwa Nur Salim dari perusahaan Bis Akas.Dalam sidang yang diketuai oleh Hakim Ketua Majelis Ginting Marten Sh,Mh dan Jaksa Penuntut Umum diah Ratri Hapsari Dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.


    Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi krenet, dalam keterangan saksi menjelaskan bahwa dia sudah memberikan tanda kalau ada  mobil di belakang karena bis hendak menurunkan penumpang bukan tanda lampu tapi tanda - tanda dengan  tangan .

    Sementara itu, keterangan dari keluarga korban mengatkan, Tak hanya itu ketika  terjadi kecelakaan , keluarga terdakwa tidak ada niat baik untuk meminta maaf dan mengganti biaya dokter, yang hanya  di wakilkan oleh saksi kernet .dengan membesut korban di rumah sakit cuma hanya membawa buah dan roti.

    Namun sungguh disayangkan,  dalam persidang saksi kernet mengatakan saya udah minta maaf dan korban memaafkan serta korban mengatakan kalau buah dan rotinya nanti saya berikan ke orang lain dikarenakan saya tidak bisa makan lantaran saya habis operasi , ucap saksi sambil menirukan perkataan  korban untuk biaya penganti  pengobatan tidak ada sama sekali.

    Keterangan saksipun di benarkan oleh terdakwa,setelah itu sidang dilanjutkan minggu depan, Usai persidangan korban Bayu dan istrinya tak terima  keterangan saksi kernet dianggap itu dugaan keterangan palsu yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

    Akhirnya korban  menegur jaksa untuk menyampaikan  apa yang terjadi sesungguhnya, .anehnya di dalam bukti pendukung yang di terima jaksa ada sebagaian tidak lengkap karena ada dugaan oknum penyidik tidak menyerahkan bukti bukti pendukung sepenuhnya . Diduga kecelakaan yang menimpa pimpinan media Infopol news itu merupakan kecelakaan biasa biasa saja, 


    Menurut Bayu pada wartawan , perkara ini sudah berjalan satu tahun dan bahkan jalan ditempat dan baru Kali ini disidangkan. Sayangnya dalam penyelidikan  penyidik tidak meminta bukti Rongsen dari korban hanya ditanya tanya saja, padahal dari hasil bukti foto foto rongsen bahwa luka yang diderita bayu sangat fatal akibatnya cacat seumur hidup dalam bentuk wajahnya.

    Apalagi  melihat hasil visum di duga abal -abal hal ini di katakan oleh hakim ginting pada persidangan minggu yang lalu tidak sesuai dengan luka senyatanya yang dialami korban, Bhayu Indarto.

    Adapun Hasil Visum Et Repertum Nomor : 502/VIS/XI/1175/RS.PHC Surabaya yang dibuat oleh Dokter Deetje Christy Anggraini, M.H. sebagai dokter pemeriksa pada Rumah Sakit PHC Surabaya tersebut hanya tertulis luka robek di dahi dengan ukuran 6 cm x 1 cm x 1 cm, luka-luka lecet di hidung dan dahi sebelah kiri.

    Dalam perkara Laka lantas ini Hakim harus benar- benar jeli dan amanah dalam menyikap dan memutuskan sebagai wakil Tuhan dimuka bumi ini.

    Jaksa pun demikian sebagai penegak hukum harus lebih jeli dan amanah dalam membela pencari keadilan di bumi ini.*rhy

Share This :

PENCARIAN

PROFIL

PENGUNJUNG

Hari Ini : 125 Pengunjung
Total Pengunjung : 80724 Pengunjung

Copyright © 2020 CV. Natusi