Bengkel Edwin 89 Diduga Langgar Buang Sisa Oli Bekas di Selokan

  • Kamis, 26-Mei-2022 (21:28) Info Layanan supereditor

    SURABAYA | Infopol.news - Menjamurnya usaha bengkel memiliki dampak negatif tersendiri. Salah satunya, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari Oli bekas.Usaha bengkel Edwin 89 yang berada di wilayah Klampis, Kecamatan Sukolilo, Surabaya yang diduga membuang limbah B3 berupa minyak pelumas/Oli bekas di selokan atau Got depan bengkelnya.

    Berdasarkan Informasi yang dihimpun awak media Infopol.news, menurut keterangan warga setempat bahwa bengkel Edwin 89 membuang oli sisa dari usaha bengkelnya di selokan.Bengkel Edwin sudah lama berdiri dan konsumennya paling banyak di daerah tersebut.

    Saat media klarifikasi informasi tersebut pemilik bengkel Edwin 89 membenarkan bahwa salah satu karyawannya membuang oli bekas mobil pelanggannya. "karyawanku yang membuang sisa oli bekas tap-tapan mobil para orang-orang servis" cetus Edwin Pemilik bengkel. Kamis (26/5/22) sore.

    Jenis Limbah B3 Berupa Minyak pelumas Bekas atau dikenal dengan Oli Bekas Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan. Sedangkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disebut Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/ atau kegiatan yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun.

    Limbah B3 diketahui karena sifat, konsentrasi, dan/ atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/ atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain yang ada di sekitarnya.

    Secara umum, pengertian, ketentuan atau pengelolaan limbah B3 telah diatur atau ditetapkan di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dan Peraturan pemerintah No 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.

    Sanksi pidana yang diberikan ialah dipidana penjara dengan pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 3 tahun serta denda paling sedikit 1 miliar rupiah dan paling banyak 3 miliar rupiah (Pasal 102 UUPPLH). (Bay)

Share This :

PENCARIAN

PROFIL

PENGUNJUNG

Hari Ini : 332 Pengunjung
Total Pengunjung : 369209 Pengunjung

Copyright © 2020 CV. Natusi