Ratu Residivis Penipuan Gula 90 Ton  Mengakui Perbuatannya 

  • Jumat, 17-September-2021 (16:04) Info Layanan admin123

    Surabaya, Infopol.news - Dihadapan Jaksa Penuntut Umum Darwis  SH dan Majelis Hakim  Terdakwa Camilia Sofyan Ali mengakui dan menyesali atas perbuatannya.

    Lantara Sudah Tiga kali dengan perkara yang sama atas penipuan gula yang Dua sudah di putus oleh pengadilan  Negeri Surabaya dan yang satu belum di vonis oleh Pengadilan. 

    Dalam persidangan  Minggu yang lalu terdakwa mengatakan tidak mengenal Soni selaku korban. Tetapi pada  pemeriksaan terdakwa , terdakwa mengatakan mengenal soni  lantaran jaksa Darwis menunjukan bukti bukti WA dan pernyataan terdakwa.

    Tak hanya itu pengakuan terdakwa  sangatlah berbelit belit dan  tidak jujur  yang  berbohong telah mengirim gula  80 ton pada kenyataannya di Soni hanya 12 ton. Atas keterangan terdakwa yang berbeli belit membuat JPU Darwis  geram. 

    Usai pemeriksaan terdakwa sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda Tuntutan .

    Perlu diketahui pada dakwaan Jaksa bahwa terdakwa telah  melakukan tipu gelap atas  korbannya adalah Soni Krisdianto. Pemilik CV Mekar Tiga Saudara (MTS) itu dirugikan sebesar Rp 694,4 juta atas pembelian gula sebanyak 90 ton.

    Perkenalan korban dan Camilia terjadi sekira bulan Agustus 2019 dalam sebuah reuni teman SMA. CV MTS sendiri bergerak di bidang jual beli sembako. Saat bertemu korban, Camilia mengaku sebagai pengusaha gula yang memiliki persediaa gula dalam skala besar.


    “Selain itu, terdakwa juga mengaku seringkali melakukan transaksi dengan orang lain dalam jumlah besar. Terdakwa dengan dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan menawarkan kepada korban untuk pembelian gula pasir dengan harga Rp. 8.800,- per kilogram.

    Korban yang tertarik dengan harga yang ditawarkan, akhirnya membeli gula sebanyak 90 ton dari Camilia dengan nominal harga total Rp 800 juta. Selanjutnya korban melalui saksi Muryati Linda Sari yang merupakan karyawan CV MTS mentransfer total uang tersebut secara bertahap, sebanyak 3 kali.

    “Setelah menyerahkan uang sejumlah tersebut diatas, korban hanya menerima gula dari terdakwa sebanyak 12 ton, sisanya sebanyak 78 ton belum diterima olehnya.

    korban sering menanyakan kepada terdakwa mengenai kekurangan pengiriman gula, namun terdakwa selalu berjanji akan mengirimkan. Dalam kenyataannya terdakwa sampai dengan saat ini tidak pernah mengirimkan gula yang dijanjikan.

    “Hingga akhirnya korban mengirimkan somasi kepada terdakwa, namun tidak direspon dan akhirnya saksi melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresbes Surabaya.

     Akibat perbuatan terdakwa tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 694.400.000,-.

    “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP.*RHY

Share This :

Copyright © 2020 CV. Natusi