Djerman Prasetyawan Kongkalikong Bersama BPN

  • Jumat, 17-September-2021 (13:11) Info Layanan admin123

    Surabaya, Infopol.news - Sidang lanjutan perkara Pemalsuan Surat dengan terdakwa  Djerman Prasetyawan dibantu oleh Samsul Hadi dan Subagyo berkas terpisah kembali di gelar dengan agenda keterangan saksi dari Pihak Bandan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya Surabaya 1 yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Itong Isaeni Hidayat di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (16/09/2021).

     

    Dalam sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya menghadirkan saksi yakni Lestari Muhandini, Dwinanto dan Bambang Ujiono Pegawai Negeri Sipil (PNS) di BPN .

     

    Lestari Muhandini mengatakan, Bahwa saat perkara ini saya sebagai kordinator staf bagian loket yang mana tugas hanya dokumen (KTP,KK serta bukti kepemilikan haknya ) hanya  cek list lalu cek out lalu antri baru bayar ke loket.

    "Untuk formulir harus dibeli di koperasi BPN,"kata Lestari.


    Lanjut saksi Dwinanto bagian ukur BPN Surabaya 1 mengatakan, Bahwa saat itu melakukan pengukuran berdasarkan surat tugas , dokumen - dokumen pendukung dan seingat saya saat pengukuran selain para  terdakwa ada orang lain.

    "Datang ke Lokasi sebanyak 2 kali yang pertama cuma lokasi dan yang kedua melakukan pengukuran tetapi tampa dihadiri oleh pihak kelurahan dan pemilik batas-batas,"katanya.

    " Ia menambahkan saat pengukuran dilakukan secara digital hanya mencari koodinatnya.Dimana permohonannya saat itu 3.000 Meter persegi setalah dicek tinggal 1.700 Meter persegi dan lokasinya berada di Kelurahan Manukan Kolon yang mana lokasinya berupa lahan kosong tidak ada tempat tinggal.

     

    " Disinggung kok bisa keluar peta bidang padahal lokasi pengajuan berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum.


    "Saya melakukan pengukuran dan nantinya ada Panitia A dan bagian Yuridisnya dan harusnya Ditolak oleh BPN karena lokasinya berbeda,"Katanya.

     

    Lanjut ke saksi Bambang Ujiono menyampaikan, Bahwa terkait peta bidang bukan berarti kepemilikan hak kerena masih ada beberapa tahap." AtasKeterangan saksi para terdakwa tidak membantahnya.


    "Iya yang mulia, saya tidak keberatan," Kata Terdakwa Djerman Prasetyawan tanpa mengunakan Rompi Tahanan di Ruang Garuda 2 PN Surabaya.

     

    Atas Perbuatannya JPU mendakwa terdakwa Djerman Prasetyawan didakwa dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.* rhy

Share This :

Copyright © 2020 CV. Natusi