Mengakui Sebagai Kurir Dengan Honor Satu Jutaan

  • Kamis, 23-April-2020 (23:31) HukRim redaktur

    Surabaya, Infopol.news || Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang kasus dugaan penyalagunaan narkotika, dengan terdakwa William Qisbul Fathoni Bin Agus Sunarto, (22), warga Babatan Wiyung Surabaya. Kamis, (23/4/20 ).

    William Qisbul didakwa melanggar pasal pengedaran atau pasal menguasai narkotika tanpa hak (pasal 114 subsider pasal 112 Undang Undang Narkotika no 35 tahun 2009).

    Dalam persidangan di Ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya dengan Ketua Majelis Hakim Pesta Partogi SH, Mhum. didampingi dua anggotanya yaitu Hakim Slamet SH, Mh. dan Hakim Eko Agus Sasminto SH, Mh. sedang Jaksa Penuntut Umum Ugik Ramantyo SH.

    Didalam agenda persidangan kali ini memasuki Pemeriksaan terdakwa, dalam keteranganya kepada Jaksa Penuntut Umum dan Majelis hakim terdakwa William Qisbul yang didampingi oleh kuasa hukumnya Charlie  Panjaitan SH. mengaku "bahwa sebagai kurir dan barang tersebut didapatkan dari Gajah (dpo) yang ditaruh ditempat sampah depan Indomaret Jalan Jembatan Gajah Mada Mojokerto.

    "Saya disuruh menjualkan dengan perjanjian jika barang  sabu tersebut laku terjual maka terdakwa akan mendapatkan keuntungan Rp 1.100.000; " ujarnya dipersidangan. 

    Barang haram itu semua 5 poket dimana perpoketnya beratnya tidak sama, tetapi oleh terdakwa dari 5 poket masing masing perpoket di kurangi sehinga menjadi 6 poket.

    Yang 3 poket titipan Gajah (DPO) yang akan diserahkan ke Nando (DPO), Zeki (DPO) dan Celeng (DPO), yang nantinya oleh ketiga orang tersebut akan di jual lagi.

    "Sedangkan yang 3 poket sisanya saya jual lagi Rp 150 ribu perpoket." ujar terdakwa di persidangan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kriminallistik NO Lab 0374/2018 / NNF dari keseluruhan 6 poket adalah benar kristal Metamfetamina terdaftar golongan 1 dengan nomor urut 61 Lampiran 1 Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika .

    Diketahui bahwa terdakwa di tangkap pada 5 Januari 2020 di jalan Kranggan Jaya Surabaya. Polisi menangkapnya berdasarkan Informasi masyarakat, setelah dilakukan pengeledahan dikamar terdakwa ditemukan 5 poket barang haram tersebut.

    Akibat perbuatannya terdakwa didakwa oleh Jaksa Penuntu Umum Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Ugik Ramantyo dengan pasal 112 ayat (1) atau pasal 114 ayat (1) Undang Undang Narkotika Tahun 2009.(*Sry)

Share This :

PENCARIAN

PROFIL

PENGUNJUNG

Hari Ini : 297 Pengunjung
Total Pengunjung : 187089 Pengunjung

Copyright © 2020 CV. Natusi