Banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Bayi Dua Hari Jadi Korban

Redaksi 2017-03-05 09:22:10 InfoPembaca
img

Infopol.news - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, bertambah menjadi enam orang.Termasuk bayi berusia dua hari pun jadi korban. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, bayi berusia dua hari itu tewas setelah terendam banjir dan baru diketemukan.

"Informasi dari Posko, bayi meninggal di Puskesmas Pangkalan. Setelah prosesi kelahiran di puskesmas kemudian bayi dimasukkan inkubator pada Rabu (1/3/17). Saat masih dalam inkubator, tiba-tiba air deras masuk dan merendam Puskesmas Pangkalan sehingga bayi tidak dapat diselamatkan pada 2/3/17. Saat kejadian, dibarengi listrik padam karena banyak tiang listrik roboh terkena longsor," jelas Sutopo, Minggu (5/3/17) malam.

Sebelumnya, lima korban meninggal dunia yang telah dirilis yakni Doni Fernandes, (33), Teja, (19), Yogi Saputra, (23), Karudin (25) karena tertimbun longsor, dan Muklis (45) karena hanyut banjir. Korban luka berat karena longsor adalah Syamsul Bahri (22) dan Candra (42).

Menurut Sutopo, banjir dan longsor terjadi pada 25 titik (13 titik longsor dan 12 titik banjir). Longsor tersebar pada sembilan titik di Kecamatan Pangkalan. Sedangkan banjir tersebar pada tujuh kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan yang disebabkan meluapnya Sungai Batang Maek, Sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, Sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban, dan Sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.

Hingga saat ini, lanjut Sutopo, akses jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat-Riau putus dan belum dapat dilalui akibat longsor. Sebagian material longsor sudah dibersihkan dengan mengerahkan alat berat. Namun ada ruas jalan yang longsor dan ambles sehingga perlu perbaikan. (001)

img

Related Post