Indonesia Keluar dari OPEC

Redaksi 2016-12-06 04:37:08 Ekonomi
img

Infopol.news - Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyarankan agar Indonesia keluar dari keanggotaan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) adalah langkah tepat. Keputusan ini secara ekonomi membuat Indonesia hemat USD2 juta/hari atau Rp26,8 miliar/hari.

Menurut Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, keputusan Indonesia keluar dari OPEC adalah yang kedua dan tepat pada massa perekonomian saat ini. Sebelumnya, Indonesia sudah pernah keluar dari OPEC dan kemudian pada tahun lalu Menteri ESDM, yang kala itu masih dijabat Sudirman Said memutuskan untuk masuk kembali.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan, status keanggotaan Indonesia di OPEC hanyalah dibekukan. Jika ke depan dirasa perlu untuk kembali masuk dalam keanggotaan, maka Indonesia bisa masuk kembali.

Sebelumnya, sidang OPEC memutuskan untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari. Indonesia sendiri diminta untuk memotong sekitar 5% dari produksinya yang berarti berjumlah sekitar 37 ribu barel minyak per hari.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menilai, keputusan tersebut tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia. Atas alasan itu Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara keanggotaannya. (red)

img

Related Post