Sidak Distribusi Bahan Pangan, Kadiv Humas Mabes Polri Blusukan di Pasar Wonokromo Didampingi Kabid Humas Polda Jatim

Contributor 6:49 AM Ekonomi

Infopol,Polda Jatim – Selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri kali ini, proses distribusi bahan pangan dari penjual hingga ke masyarakat  masih tetap berjalan lancar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri  Irjen Pol Setyo Wasisto selaku Kasatgas Pangan Polri saat mengunjungi pasar Wonokromo Surabaya Jawa Timur, Kamis (8/7/17).

“Tetap lancar proses distribusi bahan pangan dari penjual hingga ke masyarakat,”kata Irjen Pol Setyo Wasisto.

Diharapkan oleh Jenderal Polisi dengan dua bintang ini, semua jenis bahan pangan tetap lancar mulai dari produsen hingga diterima konsumen.

"Kami ingin semuanya berjalan dengan lancar tetapi ada keseimbangan mulai dari produsen sampai nanti di tangan konsumen, asal dengan harga yang adil," tambah Kadiv Humas Polri. 

Seperti diketahui,Kadiv Humas Mabes Polri yang berkunjung ke Polda Jawa Timur ini juga dalam rangka mengecek kelancaran pendistribusian bahan pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Dengan didampingi Kabid Humas Polda Jatim  Kombes Pol Frans Barung Mangera, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol.Widodo dan Kabag Mitra Propenmas Div Humas Polri Kombes Pol Awi Setiyono, Jenderal Polisi dua bintang tersebut blusukan ke Pasar Wonokromo Surabaya Jawa Timur.

Selain itu hadir pula Kadiv Bulog Regional Jatim, Usep Karyana, anggota dari Disperindag Jatim, KPPU Jatim, Dinas Pertanian Jatim, dan Dinas PPI Jatim.

Kadiv Humas Polri yang juga Kasatgas Pangan menegaskan, agar para pedagang  dalam mengambil keuntungan yang sewajarnya.

 "Yang terpenting rantai distribusi tidak terlalu panjang karena dapat menambah nilai pada harga jual," terang Irjen Pol Setyo Wasisto.

Kepolisian berharap dengan hasil kerja keras semua pengawasan distribusi pangan di Jawa Timur dapat membuat harga pangan terjangkau dan menyejahterakan masyarakat, khususnya umat muslim yang akan menyambut datangnya lebaran.

"Kami akan memantau terus dinamika harga bahan pangan dari informasi pengawasan di daerah-daerah," tegas  Irjen Pol Setyo Wasisto sebelum meninggalkan pasar Wonokromo Surabaya Jatim. (dw-1)

Polsek Dentim Polresta Denpasar Lakukan Harga Sembako Jelang Bulan Puasa

Contributor 6:49 AM Ekonomi

InfoPolBali,Denpasar- Unit Intelkam Polsek Dentim dalam upaya untuk Mencegah Gejolak Harga Pangan jelang Bulan Puasa yang berimbas pada kerawanan wilayah Dan situasi Kamtibmas.

Dari  Hasil koordinasi dengan pengelola dan pedagang di Pasar Kreneng terkait harga beberapa bahan  kebutuhan pokok / sembako pada  Jumat, 26 Mei 2017 dan Sabtu 27 mei 2017 harga masih terpantau normal dan tidak mengalami kenaikan yang tinggi seperti   Beras Kualitas Medium   Rp .10.000/ kg, Beras Kualitas Super  Rp .11.000/ kg,minyak Goreng Curah Rp .13.000/ liter,Telur Ayam Ras: Rp. 1.300/ butir, Daging Ayam Ras Rp  34.000/ kg,  Daging Sapi: Rp.100.000- Rp.110.000/ kg sedangkan untuk harga Cabe Merah Besar Rp 22.000/ kg, Cabe Rawit/ Kecil Rp  25.000/ kg,untuk Bawang Merah Rp  26.000/ kg, Bawang Putih Rp. 47.000/ kg sedangkan untuk harga bahan pokok yang lainya ada beberapa kenaikan, seperti daging ayam, telur dan bawang putih, Tomat, Cabe dan bumbu dapur , namun tidak berpengaruh secara signipikan dan masih bisa di jangkau masyarakat.

Saat Bulan Puasa harga bahan pokok seperti sembako memang selalu mengalami kenaikan dan penurunan yang sangat berimbas pada Situasi Wilayah dalam masyarakat, mengantipasi hal tersebut jajaran Polresta Denpasar selalu melakukan monitoring dan pemantau harga bahan sembako.

Demikian pula yang disampaikan Kapolsek Dentim Polresta Denpasar Kompol Putu Indrajaya, bahwa jajaran terus melakukan pemantauan dan monitoring harga kebutuhan bahan pokok baik saat hari raya seperti saat ini maupun dihari biasa karena kebutuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap situasi keamanan dan kondusifnya wilayah sehingga perlu dilakukan monitoring untuk mengantisipasi situasi kamtibmas. “Pemantauan harga Bahan pokok terutama sembako pada saat hari raya seperti sekarang ini terus kami lakukan karena sangat berpengaruh terhadap kondusifnya suatu wilayah,”ungkap kapolsek Dentim Polresta Denpasar. (dy)

Pajak Menjadi Peranan Dalam Negara Demokrasi

Contributor 6:49 AM Ekonomi

Infopol.news, Jakarta - Pajak adalah pendapatan dan berguna untuk menjalankan sebuah negara, sebagian negara negara yang tidak memungut pajak dari warganya, karena memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah seperti Saudi Arabia yang mengandalkan penjualan minyak sebagai penerimaan negara.

Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) di Kwik Kian Gee Business School, mengatakan, jatuh bangun sebuah peradaban negara tergantung dari pajak. Dalam sejarah ekonomi, negara yang non-ekstraktif dan inklusif cenderung lebih mampu bertahan dibandingkan negara ekstraktif dan non-inklusif. Jakarta, Rabu (10/5/17)

"Sebuah penelitian menunjukkan di negara-negara Afrika Tengah yang bergantung pada SDA (Sumber Daya Alam) tetap miskin dan otoriter," kata Prastowo.

Hal serupa juga terjadi pada negara-negara Timur Tengah yang cenderung otoriter. Di Saudi Arabia, ketahanan atas penerimaan negara juga tengah diuji di tengah anjloknya harga minyak. Mereka sekarang mulai menghapus subsidi dan mulai mengenakan PPN (pajak pertambahan nilai).

Paling penting menurut Prastowo, pajak mengandung nilai demokrasi. Dengan membayar pajak, warga negara berhak mengontrol pemerintah. Problemnya justru bagaimana membuat orang membayar pajak dengan senang. Sistemnya mudah, transparan. Aparat pajaknya kredibel, bagus, dan uang pajak digunakan dengan benar.

Tugas warga negara, menurutnya adalah memilih wakil rakyat, yang benar benar jujur untuk menjalankan mandat secara benar. Wakil rakyat memegang peranan krusial untuk memastikan uang pajak digunakan secara benar oleh eksekutif.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kwik Kian Gee juga mengatakan, pajak merupakan aspek terpenting dalam relasi negara dan warganya. Ketika memutuskan untuk hidup dalam peradaban modern, pajak berperan membayar keamanan lewat polisi dan tentara.

"Kita punya Pancasila yang kalau diulas secara mendalam adalah kegiatan gotong royong, maka pajak adalah bagi yang mampu membayar untuk dipakai secara cuma-cuma untuk membangun barang dan jasa publik," kata Kwik.

Kwik menambahkan, peran penting Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai pemungut pajak kerap tidak dipahami oleh Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang melakukan kebijakan tanpa memikirkan manfaatnya kepada masyarakat. Tak hanya itu, tidak sedikit pula yang melakukan korupsi uang pajak. (***red)

Sebelumnya Selanjutnya